AI bisa menjadi partner menulis yang membantu, asalkan dipakai dengan benar. Kuncinya: AI membantu proses, sedangkan ide, sudut pandang, dan pemeriksaan fakta tetap tanggung jawabmu.
Langkah 1: Tentukan tujuan dan pembaca
Sebelum membuka tools AI, jawab dua pertanyaan: artikel ini untuk siapa, dan apa yang ingin pembaca dapatkan? Jawaban ini akan masuk ke prompt.
Langkah 2: Minta ide dan kerangka
Prompt: Saya ingin menulis artikel untuk pemula tentang cara menabung untuk pelajar. Berikan 5 ide judul dan satu kerangka artikel dengan subjudul H2 dan H3.
Pilih kerangka yang paling cocok, lalu sesuaikan urutannya.
Langkah 3: Tulis draf per bagian
Daripada meminta satu artikel utuh, minta AI membantu satu bagian setiap kali. Hasilnya lebih fokus dan mudah kamu kendalikan.
- “Tulis paragraf pembuka 80 kata dengan gaya santai.”
- “Jelaskan poin kedua dengan satu contoh nyata.”
Langkah 4: Sunting dengan suaramu sendiri
Tambahkan pengalaman pribadi
Pembaca menghargai cerita dan contoh nyata. Bagian ini tidak bisa digantikan AI.
Periksa fakta dan angka
AI dapat membuat informasi yang terdengar meyakinkan tetapi keliru. Cek setiap data penting dari sumber tepercaya.
Rapikan gaya bahasa
Hapus kalimat berulang dan frasa yang terlalu umum agar tulisan terasa natural.
Langkah 5: Cek akhir
- Apakah judul sesuai isi?
- Apakah setiap subjudul menjawab kebutuhan pembaca?
- Apakah ada kalimat yang perlu disederhanakan?
Agar instruksimu ke AI makin tajam, pelajari cara menulis prompt yang lebih jelas dan hindari kesalahan umum saat membuat prompt.
